Risalah Jum’ah (1)

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 

Bahasa selalu menarik perhatian saya. Satu kata bisa menimbulkan ragam makna. Sebuah konflik besar bisa jadi berasal dari pemahaman terhadap kata yang sederhana. Perang dunia bisa dipicu oleh penggunaan kata yang tidak pada tempatnya. Ambil contoh, kata ‘kafir’. Bagaimana ia telah digunakan dalam berbagai sengketa sepanjang sejarah. Dunia tak pernah sama tanpa kehadiran kata-kata.

Read more “Risalah Jum’ah (1)”

Risalah Jum’ah (2)

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 

Risalah Jum’ah (2)

 

Allamah Thabarsi adalah seorang mufassir. Ia menulis kitab tafsir Majma’ al-Bayan. Konon, tafsir itu ditulis karena nazar yang ia lakukan. Satu saat, ia ditemukan tak bernafas, tak bergerak. Keluarganya mengira ia sudah meninggal dunia. Maka, jasad dimandikan, dishalatkan, dikafani dan dimakamkan. Setelah dikuburkan itulah, Allamah terbangun. Ia mengalami apa yang sering disebut orang dengan mati suri. Ia tahu apa yang terjadi. Dalam kegelapan kuburan, dalam keadaan terikat kain kafan ia berdoa pada Allah Ta’ala. Ia bernazar, sekiranya Allah Ta’ala mengeluarkannya dari kuburan, ia akan menulis tafsir Al-Qur’an. Read more “Risalah Jum’ah (2)”

Risalah Jum’ah: Pada Mulanya Adalah Kata

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 

Saya sering bertanya pada murid-murid saya, apa yang membuat manusia istimewa? Jawaban yang paling sering muncul adalah kemampuannya untuk berpikir, untuk menyelesaikan masalah. Saya menyingkatnya menjadi kemampuan memberikan makna. Dalam bahasa Ust. Jalal yang kini menjadi tema tahunan di sekolah-sekolah Muthahhari: kemampuan manusia merangkai cerita. Read more “Risalah Jum’ah: Pada Mulanya Adalah Kata”

Risalah Jum’ah (3)

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 

Risalah Jumah (3)

 

Jumat ini saya jadwal khutbah. Karena sedang tertarik dengan daqaiq al-Qur’an, pembahasan saya terkait dengan itu. Daqaiq adalah presisi. Bagaimana dengan tepat dan sempurna, Al-Qur’an memilih satu kata tertentu dari yang lainnya. Kali ini, karena musim haji, saya membahas ayat-ayat (berkaitan dengan) haji.

Pertama, Surat Haji [22]:27, “Dan serulah manusia untuk berhaji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus. Mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.” Read more “Risalah Jum’ah (3)”

Risalah Jum’ah (4)

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 

Saya bersyukur kepada Allah Ta’ala, syukur yang mengalirkan linangan air mata. Sungguh, segala yang diberikanNya indah. Teramat indahnya. Lidah ini kelu mengungkapkannya. Batin tak mampu menguasainya. Mahabenar Dia dalam firmanNya: “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Nahl [16]:18). Betapa indahnya Sang Mahasuci menutup ayat yang suci. Dengan namaNya penuh ampunan. Dalam namanya yang penuh kasih sayang. Dia tahu, dalam syukur nikmat terlalu besar kekurangan kita. Amat layak diampuni. Teramat pantas dikasihani. Read more “Risalah Jum’ah (4)”

Risalah Jum’ah (5)

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 

Setiap pagi di SMA Plus Muthahhari diadakan apel pagi. Tidak, bukan untuk anak-anak. Apel pagi yang dimaksud adalah berkumpulnya guru-guru membincangkan satu dua hal selama 15-20 menit. Setiap hari. Tahun ajaran ini, kami mulai pagi tadi. Saya kebagian pemateri pertama.

Kebetulan, sehari sebelumnya ramai dibincangkan reshuffle Kabinet. Yang menjadi perhatian khusus praktisi pendidikan adalah pergantian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pak Anies Baswedan digantikan oleh Pak Muhadjir Effendy. Teriring ucap terima kasih atas setiap tetes keringat dan pemikiran Pak Anies, kami ucapkan selamat bertugas pada Pak Muhadjir. Read more “Risalah Jum’ah (5)”