Risalah Anak Berlari: 9

Seorang anak berlari pada ibunya, “Bu, Bapak pergi meninggalkanku.”
Ibunya menjawab, “Ia pergi meninggalkan kita.”

“Kemana Bapak pergi Bu?”
“Ke negeri di balik hutan, ke tempat angan dan harapan.”

“Bu, aku mendengar ada lampu ajaib yang mampu memberikan tiga permintaan. Apa yang akan Ibu harapkan?”
“Usia yang berkah, ilmu yang bermanfaat, dan…kesempatan untuk tiga harapan berikutnya.”

“Bisakah aku meminta Bapak pulang?”
“Permintaan tak berlaku untuk kehendak dan hati manusia. Sesungguhnya yang lebih keras dari batu cadas adalah hati manusia. Ia hanya dapat dilembutkan oleh airmata. Tapi hal yang paling halus juga adalah hati, bila ia berkenan membuka diri. Hati dapat mengeras, dapat juga melembut. Bila sudah keras, tak ada tandingannya. Bila sudah lembut, tak ada bandingannya.”

“Adakah yang tak dapat dilakukan hati?”
“Memaafkan diri sendiri.”

 

 

“Bagaimana kita melaluinya bila terjadi?”
“Bersyukurlah Nak, karena kau dianugerahi lupa.”

“Apakah karena itu Bapak berkata, ‘Nantikan aku dengan melupakanku?’ ”
“Tak semua rahasia mesti kauselesaikan dalam sehari.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *