Duabelas Empatbelas 1: Sejarah

Duabelas
Empatbelas

Another book of reflections by Miftah F. Rakhmat

Bagian I: Faktual

Sejarah

History doesn’t repeat itself, but it sure does rhyme.” Sejarah tak mengulangi dirinya, tapi sungguh ia punya pola yang sama.

Kutipan yang sering dinisbatkan pada Mark Twain ini cukup unik. Orang sering menyebut bahwa sejarah itu berulang. Tidak, sejarah tidak pernah berulang. Ia hanya berjalan pada pola yang serupa. Seirama, ibarat pantun pada nada yang sama.

24 Juni 1914, seorang Serbia, Gavrilo Princip melepaskan dua tembakan. Sasarannya, pasangan bangsawan dari Hohenberg Austria, Archduke Franz Ferdinand dan istrinya Sophie. Tembakan pertama mengenai perut Sophie. Tembakan kedua pada leher sang suami. Keduanya tewas seketika.

Apa yang menarik dari peristiwa ini? “Kematian satu orang itu tragedi,” kata Stalin, “sedangkan kematian sejuta orang, itu (hanya) statistik,” ujarnya pula.

Read more “Duabelas Empatbelas 1: Sejarah”

Pengantar Pak Ashar

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

Tidak pernah mudah kehilangan seorang yang kita sayang. Islam mengajarkan segala yang datang dari Tuhan adalah keindahan, bahkan ketika kita diberikanNya ujian. Allah Ta’ala dengan indah berfirman: “Sungguh Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis, dan sungguh Dialah yang mematikan dan menghidupkan…Dia (pula) yang membuat kaya dan mencukupkan.” (QS. An-Najm 53:43-44, 48) Allah Ta’ala tidak menjadikan tawa dan tangisan sebagai sesuatu yang bertentangan, atau kematian dan kehidupan. Sebagaimana pula kaya dan kecukupan. Dalam, kematian ada kehidupan. Dalam tawa tersimpan tangisan. Dan kekayaan terbesar adalah kecukupan.

Read more “Pengantar Pak Ashar”

Makalah Parenting

 

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 

Somewhere along the lines…I just lost it. Entah kapan, entah karena peristiwa yang mana, kendali itu hilang dari tanganku. Orang bilang tidak ada sekolah jadi orangtua. Ikuti kata nurani saja. Belajar sambil jalan saja. Ah, kali ini mendengarkan orang lain tak jadi penenang bagiku. Adalah Gina Ford, pendiri gerakan contented baby yang menghentakku. Ia mengajarkan disiplin pada anak sejak dini. Empat bulan pertama sangat penting menurutnya. Biasakan anak punya rutinitas yang membentuknya. Kapan dimandikan, jam berapa disusui, saat bermain, waktu untuk berbicara…semuanya. Anak akan menyesuaikan. Ia akan mengatur dirinya sesuai irama yang dimainkan orangtuanya. Tetapi ternyata…sulit mengatur diri. Sulit mendisiplinkan sendiri. Read more “Makalah Parenting”

KAA For Palestina

 

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 

Sebagai warga Bandung, saya senang masyarakat Bandung bergeliat menyambut dan menyukseskan Konferensi Asia Afrika. Semangat kolektif itu sudah lama tak terlihat. Pak Wali dan serangkaian agenda kebudayaan sukses melibatkan partisipasi warga. Macet, tak apa kami maklum. Panas dan berdebu karena pembangunan, tak soal. Ini demi nama baik kota dan bangsa tercinta. Read more “KAA For Palestina”

Berpikir Adil Sejak Dalam Pikiran

 

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

—–

Berusaha adil sejak dalam pikiran itu memang sulit.

Lama saya tak menulis. Mengikuti ragam berita di media sosial membuat keinginan menulis itu seperti tertahan. Saya melihat ‘dunia maya’ seolah terbelah dalam dua kubu: aku dan selain aku. Saya merasa, diskusi yang terjadi bukan untuk saling memahami, melainkan menghakimi. Begitu pendapat kita diusik, yang terganggu justru harga diri. Read more “Berpikir Adil Sejak Dalam Pikiran”

Khutbah Iedul Fitri: Menyesal Karena Doa

 

Mahasuci Allah Ta’ala yang telah mengilhamkan pada kita kemampuan untuk memujiNya. BagiNya pujian sebagaimana Dia puja diriNya sendiri. Ya Allah, inilah tempat berkumpul hamba-hambaMu. Inilah tempat berdoa orang yang memohonkan perlindungan kepadaMu dari api neraka. Baru saja sujud dahi kami mengagungkan kebesaranMu. Punggung kami rukuk berharap kemuliaan kasihMu. Lidah kami bergetar bersyukur dan mengesakanMu. Ya Allah, inilah hamba-hambaMu yang bersaksi: semakin bertambah usianya, bertambah pula dosa-dosanya. Jika tidak karena karuniaMu pastilah kami termasuk hamba yang merugi. Inilah hamba-hambaMu yang datang berikrar padaMu: sungguh setiap anugerahMu indah, sungguh setiap pemberianMu karunia, tapi kami membalasnya tanpa terima kasih. Setiap hari dari sisiMu turun nikmat, kami membalasnya dengan dosa dan maksiat.

Read more “Khutbah Iedul Fitri: Menyesal Karena Doa”

Mendahulukan Kehendak Tuhan

 

Pagi ini kita kembali berkumpul di tanah Allah, mengagungkan dan memuliakan nama-Nya. Marilah kita mulai pagi ini dengan mengungkapkan syukur kita kepada Allah swt. Setiap hari anugerah dan nikmat-Nya turun kepada kita, setiap saat itu pula malaikat mengantarkan daftar maksiat dan kejahatan kita kepada-Nya. Setiap jam perlindungan dan pemeliharaan-Nya mengayomi kita, padahal pada jam yang sama kita menentang-Nya dengan dosa-dosa dan kejelekan kita. Pagi ini, Dia membawa kita ke tanah ini untuk bersimpuh di hadapan kebesaran-Nya, memuji keagungan-Nya, dan mensyukuri seluruh nikmat-Nya. Read more “Mendahulukan Kehendak Tuhan”

Imam Husain: Pewaris Para Nabi

 

Inilah kami, sekian abad dari masamu, dalam tubuh ringkih yang penuh dosa, dengan lidah kelu yang tercemari dusta, dengan mata dan telinga, kaki dan tangan yang kami gunakan dalam nista. Kami beranikan menyerumu meskipun besar rasa malu kami. Kami kuatkan menyapamu betapapun kotor diri kami. Duhai cucu Nabi, entah bagaimana, dalam hati ini selalu ada kerinduan kepadamu. Kami tidak tahu dari mana datangnya, Tuhan senantiasa menggerakan hati kami untuk mengenangmu. Seolah ada ruang yang tersisa, di kedalaman sanubari, setelah seluruh maksiat dan dosa. Seolah masih ada cahaya, yang menanti di akhir perjalanan, setelah seluruh salah dan nista… Read more “Imam Husain: Pewaris Para Nabi”

Meniadakan Kehendak Diri

 

Kita awali pagi 10 Dzulhijjah dengan memanjatkan syukur ke hadirat Ilahi. Puji bagi Dia, yang telah memanjangkan umur kita, yang telah memberikan kita tambahan usia, sehingga ‘id demi ‘id, hari raya demi hari raya, kita lalui dalam limpahan nikmat-Nya yang tak terhingga. Puji bagi Dia, yang telah mempercayai kita, untuk mengelola setiap detik dan tarikan nafas dalam hidup kita, dengan harapan setiap detik akan mendekatkan kita kepada Tuhan, dan setiap tarikan nafas membersihkan kita dari dosa dan kemaksiatan. Read more “Meniadakan Kehendak Diri”