Tentang SCM

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 

Sekolah Cerdas Muthahhari berdiri sejak 2007. Akreditasi perdana dari Badan Akreditasi Nasional memberi nilai 95 dari 100 pada tahun 2013. Ini membuktikan apresiasi dan kepercayaan yang cukup besar dari Pemerintah dan Masyarakat. Gedung luas berdiri di atas tanah milik sendiri, lengkap dengan sarana olahraga dan laboratorium komputer. Beberapa kali, kegiatan kedinasan dari Dinas Kota Bandung juga mengambil tempat di SCM, begitu sekolah ini biasa disapa. Read more “Tentang SCM”

Kartini, KAA, dan Rajaban (3)

Sebuah kisah sufi, konon true story, menceritakan pada kita tentang seorang guru sufi yang bertemu dengan muridnya di dua tempat yang berbeda. Si murid pamitan kepadanya di satu kota, tapi kemudian ketika ia sampai pada tujuannya, ia sudah menemukan gurunya berada di sana. Aneh tapi nyata. Hal yang sama pernah terjadi pada ayah saya. Kami sekeluarga satu saat berada di luar negeri, tapi ada tetangga di Bandung yang melihat ayah saya memimpin shalat jamaah di masjid di belakang rumah kami…ih, ngeri kalau yang ini J.

Kata guru saya, jalan menuju Tuhan ada dua. Alami dan supraalami. The ordinary dan the extraordinary way. Jalan biasa seumpama jalan dan jarak tempuh Bandung Jakarta yang memakan waktu 4-5 jam. Jalan tak biasa adalah ‘bumi yang dipendekkan’. Jalan biasa adalah gerak menuju Tuhan dari seorang hamba. Jalan tak biasa adalah gerak Tuhan menuju hamba. Mungkin agak sedikit filosofis, membingungkan barangkali. Mana mungkin yang seperti itu terjadi? Benar bahwa Tuhan tak pernah jauh dari kita. Lagu terkenal Bimbo itu harus dikoreksi. Seharusnya: aku jauh Engkau dekat. Aku dekat kau lebih dekat. Tuhan tidak pernah jauh. Benar, benar sekali.

Allah Ta’ala tak pernah jauh, tak pernah terpisahkan. Tapi kita yang menempatkannya jauh. Kita yang tak merasakan kehadiranNya. Kita yang masih tenang berbuat dosa, dan tak yakin akan keadilanNya.

Apa hubungannya hal sufistik di atas dengan Muthahhari Log. Inilah bagian ketiga itu. Kemeriahan KAA menunjukkan kepada kita, bagaimana selayaknya kita mempersiapkan diri. Lihat, bagaimana kota terlihat cantik. Perhatikan, bagaimana kedatangan tamu luar membuat kita berkosmetik. Bagaimana untuk menyambut sebuah peristiwa besar, kita kuras seluruh daya dan upaya. Kita berikan yang terbaik. Dan sungguh, Tuhan mencintai seorang hamba, bila ia mengerjakan sesuatu, ia kerjakan dengan sebaik-baiknya. Geliat Bandung dan KAA mengingatkan kita akan tamu agung yang untuknya kita harus mempersiapkan diri. Read more “Kartini, KAA, dan Rajaban (3)”

Kartini, KAA, dan Rajaban (2)

Terlepas dari pro dan kontra, Ibu Kartini telah menorehkan sejarah. Namanya identik dengan simbol perjuangan perempuan. Ia disandingkan dengan Srikandi, tokoh pewayangan itu. Pada upacara di SCM kemarin itu, disebutkan juga para Srikandi Sekolah yang mengharumkan nama sekolah di berbagai kejuaraan. Ada Pipit, ada Faiha yang berprestasi di O2SN dan Pentas Internasional Ice Skating. Ada juga Kalei Kalea Azzahra yang mewakili Kecamatan Arcamanik hingga tingkat kota. Kalei finished di urutan kelima. Luar biasa! Bravo untuk semua. Orangtua Ananda Kalei juga, Pak Imam dan Ibu, adalah pemegang rekor bersama Bu Lisa dan Pak Abu. Keempat putra mereka bersekolah di seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Muthahhari. Terima kasih banyak Ibu dan Bapak.

Nah, tiga minggu sebelum Hari Kartini, dilahirkan juga tokoh perempuan dalam Islam, yaitu Sayyidah Fathimah sa, putri terkasih Nabi Saw. Nabi Islam mencontohkan bagaimana perempuan teramat sangat dimuliakan. Di tengah bangsa yang menomorduakan, Sang putri diistimewakan. Kapan saja Sayyidah Fathimah datang, Nabi Saw akan berdiri. Dan Nabi—orangtua dan guru itu—akan mencium tangan Fathimah sa seraya berkata, “Kapan saja aku rindu surga, aku cium Fathimah.” Nabi memuliakannya. Nabi Saw bahkan bersabda “Jika ada tiga orang anak perempuan di rumahmu, dan kau didik mereka dengan baik. Ketiganya akan menjadi pelindung bagimu dari api neraka.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dua Ya Rasulallah?” Juga kalau dua, jawab Baginda. Bagaimana kalau satu? Juga kalau satu. Read more “Kartini, KAA, dan Rajaban (2)”

Kartini, KAA, dan Rajaban (1)

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 

Muthahhari Log

Tulisan Satu dari Tiga Bagian

 

Upacara, Selasa 21 April 2015 di Sekolah Cerdas Muthahhari (SCM) menorehkan sejarah. Untuk pertama kalinya di SCM, kegiatan hari Kartini diperingati dengan pengibaran bendera Merah Putih. Semua petugas upacara, sejak pembina hingga pengibar bendera, diemban oleh guru-guru wanita. Ini hari Kartini, hari perempuan, hari mereka. Maka guru-guru berbaris rapi. Bu Nung yang menjadi Pembina Upacara terdengar menggelegar, karena anak-anak yang berdiri di baris belakang tak dapat melihatnya. Ia tak naik di undakan pertama yang biasa digunakan pembina. Mungkin, karena jadi pembina tak terduga. Ah, semua itu biasa. Saya sering menyebut guru-guru adalah S.Sn sesungguhnya. Bukan Sarjana Seni itu, bukan. Tapi Sarjana Spontan. Mereka harus selalu siap dengan ragam kondisi yang berbeda. Read more “Kartini, KAA, dan Rajaban (1)”

For Schools

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma Shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 

Tulisan ini saya tujukan untuk orangtua murid keluarga besar Muthahhari, di mana pun mereka berada. Kira-kira, seminggu yang lalu, dalam acara 40 harinya ayahanda mertua, saya sekeluarga ditemani ibu saya, membaca Yasin dan tahlil bersama-sama. Usai doa, saya ceramah singkat. Di luar, ratusan orang memadati halaman rumah ayah mertua, turut memberikan doa. Saya bercerita tentang “kematian” sebagai “kehidupan” yang sesungguhnya. Tak perlu larut dalam tangisan, meski berduka sepanjang masa tak terhindarkan. Isilah hidup dengan karya. Hadiahkan pada mendiang yang sudah tiada. Itu silaturahmi dan janji pertemuan berikutnya.

Usai tamu beranjak pulang, saya dekati ibu saya. Saya cium tangannya. Seorang sahabat memperhatikan apa yang saya lakukan. Ia berkata, “Kok beberapa kali ‘sun’ tangannya?” Sun dalam bahasa Sunda artinya mencium punggung tangan. Ibu saya menjawab, “Setiap kali. Setiap mau bicara atau bertemu.” Saya baru menyadarinya. Memang, setiap kali berjumpa kedua orangtua saya, mertua saya, saya selalu usahakan mengambil berkah dari kedua tangan mereka. Read more “For Schools”

Tujuan

“I wanna change Bi,” ujar anakku Ali pagi ini. Bangun pagi tadi, rutinitas paginya berbeda. Kami menyebutnya “ritual pagi”. Ia bangun lebih awal, minta dibuatkan kopi (mungkin itu yang ia maksud ‘berubah’), bersih-bersih dan membereskan peralatannya…lalu, katanya… “One thing left…” Satu lagi. Apa itu? Ia berwudhu dan shalat Subuh. Alhamdulillah.

“I feel better, Bi” Katanya. “Iya Nak,” jawab saya, “doing good does makes you feel better.” Berbuat baik itu memang membahagiakan.

Lalu kami melepasnya pergi. Seperti biasa, ia melambaikan tangan hingga pertigaan. Berangkalaht sekolah Nak, doa ayah dan ibumu senantiasa menyertai.

* Read more “Tujuan”

Milad Sekolah Cerdas Muthahhari dan SMP Bahtera

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa Ali Sayyidina Muhammad.

 

“This is the best worst day, Bi,” kata Ali anakku. Ini hari buruk yang terbaik, Bi.

Apa pasal? Hari ini, keluarga besar Sekolah Cerdas Muthahhari dan SMP Bahtera sejenak melepaskan diri dari rutinitas. Mereka berwisata ke Darajat Pass, sebuah dataran tinggi di sekitar Garut, Jawa Barat. Acara ini dirangkai dengan syukuran Milad Sekolah yang ke-X dan VII.

Read more “Milad Sekolah Cerdas Muthahhari dan SMP Bahtera”

Milad SMP Bahtera (2016)

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 

Nah, sekarang…saatnya bercerita tentang Bahtera. Asal-usul dan perjalanannya. Keluarga besar Yayasan Muthahhari telah lama berkiprah di dunia pendidikan. Tahun 1992, SMA didirikan. Ia memelopori istilah plus yang belakangan marak digunakan. SMA Plus Muthahhari juga menjadi laboratorium ujicoba untuk ragam proyek pembelajaran. Tak kurang dari belasan amanah diraih dari Pemerintah untuk membantu menyukseskan program-programnya. Hingga Angkatan ke-24 sekarang ini, sudah lebih dari 1000 lulusan, ratusan kunjungan dan studi banding dari sesama sekolah, dewan pendidikan, komite, dan berbagai institusi pemerintahan…hingga ditunjuk mewakili Indonesia untuk sebuah misi kebudayaan. Pendek kata, syukur pada Tuhan untuk setiap prestasi yang ditorehkannya.

Seperti biasa, sejak lebih dari dua puluh tahun lalu itu, begitu orangtua murid mengetahui kiprah SMA Plus Muthahhari, terlontar satu kalimat singkat: SMP-nya ada? SMP-nya di mana? Read more “Milad SMP Bahtera (2016)”

Milad SCM (2016)

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 

Hampir sembilan tahun yang lalu, wajah-wajah kecil itu masuk ke sebuah rumah kontrakan. Kami menyewanya dua tahun, kemudian diperpanjang hingga dua tahun berikutnya. Telah beberapa kali, saya dan Pak Joko mencari rumah yang cukup ‘ideal’ bagi mereka: bagi wajah-wajah kecil yang bahagia. Kebanyakan tidak cocok. Dalam sebuah lari pagi, di jalanan Arcamanik yang padat oleh pasar dadakan, Pak Joko melihat papan rumah disewakan. Ia mengabari saya. Kami pun mengunjunginya. Begitu masuk pagar, melihat rumput yang hijau dan pohon-pohon cemara yang tinggi menjulang, saya sudah segera membatin: This is it! Ini tempatnya.

Kami pun masuk ke dalam rumah. Suasana ‘homy’ dapat segera terasa. Ini yang kami inginkan dari sebuah sekolah. Agar anak merasa seperti ada di rumah. Tiga ruangan kelas, dan satu ruang terbuka untuk shalat atau lab komputer…sesuai. Mari antarkan dengan bismillah, shalawat, dan doa. Read more “Milad SCM (2016)”