Pengantar Pak Ashar

 

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

Tidak pernah mudah kehilangan seorang yang kita sayang. Islam mengajarkan segala yang datang dari Tuhan adalah keindahan, bahkan ketika kita diberikanNya ujian. Allah Ta’ala dengan indah berfirman: “Sungguh Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis, dan sungguh Dialah yang mematikan dan menghidupkan…Dia (pula) yang membuat kaya dan mencukupkan.” (QS. An-Najm 53:43-44, 48) Allah Ta’ala tidak menjadikan tawa dan tangisan sebagai sesuatu yang bertentangan, atau kematian dan kehidupan. Sebagaimana pula kaya dan kecukupan. Dalam, kematian ada kehidupan. Dalam tawa tersimpan tangisan. Dan kekayaan terbesar adalah kecukupan. Read more “Pengantar Pak Ashar”

Pengantar Leaflet

 

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 

Sekolah Cerdas Muthahhari berdiri sejak 2007. Akreditasi perdana dari Badan Akreditasi Nasional memberi nilai 95 dari 100 pada tahun 2013. Ini membuktikan apresiasi dan kepercayaan yang cukup besar dari Pemerintah dan Masyarakat. Gedung luas berdiri di atas tanah milik sendiri, lengkap dengan sarana olahraga dan laboratorium komputer. Beberapa kali, kegiatan kedinasan dari Dinas Kota Bandung juga mengambil tempat di SCM, begitu sekolah ini biasa disapa. Read more “Pengantar Leaflet”

Makalah Parenting

 

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 

Somewhere along the lines…I just lost it. Entah kapan, entah karena peristiwa yang mana, kendali itu hilang dari tanganku. Orang bilang tidak ada sekolah jadi orangtua. Ikuti kata nurani saja. Belajar sambil jalan saja. Ah, kali ini mendengarkan orang lain tak jadi penenang bagiku. Adalah Gina Ford, pendiri gerakan contented baby yang menghentakku. Ia mengajarkan disiplin pada anak sejak dini. Empat bulan pertama sangat penting menurutnya. Biasakan anak punya rutinitas yang membentuknya. Kapan dimandikan, jam berapa disusui, saat bermain, waktu untuk berbicara…semuanya. Anak akan menyesuaikan. Ia akan mengatur dirinya sesuai irama yang dimainkan orangtuanya. Tetapi ternyata…sulit mengatur diri. Sulit mendisiplinkan sendiri. Read more “Makalah Parenting”

KAA For Palestina

 

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 

Sebagai warga Bandung, saya senang masyarakat Bandung bergeliat menyambut dan menyukseskan Konferensi Asia Afrika. Semangat kolektif itu sudah lama tak terlihat. Pak Wali dan serangkaian agenda kebudayaan sukses melibatkan partisipasi warga. Macet, tak apa kami maklum. Panas dan berdebu karena pembangunan, tak soal. Ini demi nama baik kota dan bangsa tercinta. Read more “KAA For Palestina”

Berpikir Adil Sejak Dalam Pikiran

 

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

—–

Berusaha adil sejak dalam pikiran itu memang sulit.

Lama saya tak menulis. Mengikuti ragam berita di media sosial membuat keinginan menulis itu seperti tertahan. Saya melihat ‘dunia maya’ seolah terbelah dalam dua kubu: aku dan selain aku. Saya merasa, diskusi yang terjadi bukan untuk saling memahami, melainkan menghakimi. Begitu pendapat kita diusik, yang terganggu justru harga diri. Read more “Berpikir Adil Sejak Dalam Pikiran”

Haji dan Ziarah (3)

Seorang murid ditanya gurunya, “Bila Ibu berikan kau satu apel, ditambah satu apel lagi, ditambah satu apel lagi. Berapa jumlah apel yang kaupunya?” Anak itu menjawab cepat: “Empat!” Ibu guru mencoba cara lain, “Bila Ibu berikan kau satu pensil, ditambah satu pensil, ditambah satu pensil lagi. Berapa jumlah pensil yang kaupunya?” Tiga! Jawab anak itu. “Benar! Sekarang bila Ibu memberimu satu apel, ditambah satu apel, ditambah satu apel. Berapa apel yang kaupunya?” Empat! Jawaban yang sama terdengar kembali. Ibu guru bingung. Ia bertanya, “Mengapa jawabanmu berbeda?” Murid itu menjelaskan, “Karena sebelum aku berangkat ke Sekolah, Ibuku memberiku satu apel. Jadi, kalau Ibu guru memberikanku tiga apel, aku akan punya empat apel.”

Sering, kita salah paham karena tidak berusaha memahami satu peristiwa dari kacamata orang yang mengalaminya. Kita menghakimi satu kelompok salah tanpa pernah memberinya ruang bicara. Kita dengan gampang menyudutkan tanpa kesempatan untuk menjelaskan. Bila pun ada penjelasan, kita memperkecilnya dalam sudut perspektif yang sesuai selera kita. Read more “Haji dan Ziarah (3)”

Haji dan Ziarah (2)

Persoalan kedua. Benarkah ziarah lebih utama? Saya kembali akan menjawabnya: itu hak prerogatif Tuhan. Keutamaan dan keistimewaan adalah ranah hikmah rabbaniyyahNya. Dalam ilmu Tuhan yang meliputi segala. Sahabat Uwais al-Qarni ra beroleh keutamaan karena merawat ibunya hingga ia tidak sempat berjumpa dengan Baginda Nabi Saw.  Ia mendapat salam Rasulullah Saw. Tidakkah berjumpa dan bergabung bersama Baginda lebih utama? Bila masih juga hitung-hitungan perkara pahala ini, bagaimana dengan pahala shalat dua rakaat di Masjid Quba? Siapa pun yang pernah berangkat ke tanah suci pasti mendengar pembimbing ibadah akan mengutip hadis, “Barangsiapa berwudhu di rumahnya, lalu berangkat ke Masjid Quba dan shalat di sana dua rakaat, baginya pahala satu umrah.” Bayangkan, belum berangkat umrah tapi sudah beroleh phala satu umrah. Akankah Saudara mengatakan shalat sunnah (bukan wajib) di Masjid Quba lebih baik dari umrah? Padahal di dalam umrah ada ihram, ada tawaf, ada shalat, ada sa’i? Bila tidak percaya, saya beri satu link rujukan hadis itu: https://almanhaj.or.id/4221-kota-madinah-masjid-nabawi-dan-masjid-quba.html

Jadi, sudahlah. Bila niat kita sudah lillah, adalah hak Allah Ta’ala untuk menilainya. Semua keutamaan ziarah pada Imam Husain as diberikan ketentuan syarat: ‘aarifan bihaqqihi. Dengan mengetahui sepenuh haknya. Artinya, pahala diperoleh karena pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Keutamaannya diraih dengan perenungan terhadap pengorbanan dan sejarah yang ada bersamanya. Read more “Haji dan Ziarah (2)”

Haji dan Ziarah (1)

Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

Beberapa malam yang lalu, saya shalat Isya berjamaah di Masjid lingkungan kami. Begitu takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, saya tersadarkan oleh satu huruf dalam satu kalimat. Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ‘aalamin. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku adalah kepunyaan dan untuk Allah Tuhan penguasa semesta alam. Huruf yang menghentak saya adalah “lam” pada kata lillah.

Lam dalam Bahasa Arab ada banyak fungsinya. Untuk menegaskan, untuk memulai, untuk meminta tolong, sebagai sebab atas akibat, untuk perintah, untuk sumpah, sebagai jawaban, untuk pemisah, sebagai penguat dan lain sebagainya… ma sya Allah! Selama ini saya melewatkan begitu saja makna ‘lam’ pada lillah itu. Ia hanya berlalu dalam sepersekian detik pada doa iftitah saya. Read more “Haji dan Ziarah (1)”

Birthday (2)

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 

Saya belum secara khusus berterima kasih pada setiap orang yang telah mengucapkan selamat pada ulang tahun saya kemarin. Jujur, saya tidak tahu bagaimana. Keluarga dan teman-teman menyampaikan ungkap kasih dengan banyak cara. Saya tidak tahu bagaimana membalas setiap kebaikan mereka. Semua pemberian mereka istimewa. Pua Mustamin mengajak teman-teman menghadiahkan satu khataman Al-Qur’an untuk saya, lalu diikuti oleh Ustadz Syams di dua grup yang lainnya. Bagaimana saya harus berterima kasih pada Ibu dan Bapak untuk itu. Lalu ada kawan-kawan yang saling membantu saat juz hafalannya belum terselesaikan pada waktunya. Kata orang Inggris, it’s just too much. Semua itu terlalu banyak untuk dapat saya balas dengan semestinya. You’re just all too kind, for a person like me. Syukurku Ya Allah, kaupertemukan aku dengan orang-orang baik itu, dan kaupersaudarakan aku dengan mereka. Read more “Birthday (2)”