Khutbah Iedul Fitri: Menyesal Karena Doa

 

Mahasuci Allah Ta’ala yang telah mengilhamkan pada kita kemampuan untuk memujiNya. BagiNya pujian sebagaimana Dia puja diriNya sendiri. Ya Allah, inilah tempat berkumpul hamba-hambaMu. Inilah tempat berdoa orang yang memohonkan perlindungan kepadaMu dari api neraka. Baru saja sujud dahi kami mengagungkan kebesaranMu. Punggung kami rukuk berharap kemuliaan kasihMu. Lidah kami bergetar bersyukur dan mengesakanMu. Ya Allah, inilah hamba-hambaMu yang bersaksi: semakin bertambah usianya, bertambah pula dosa-dosanya. Jika tidak karena karuniaMu pastilah kami termasuk hamba yang merugi. Inilah hamba-hambaMu yang datang berikrar padaMu: sungguh setiap anugerahMu indah, sungguh setiap pemberianMu karunia, tapi kami membalasnya tanpa terima kasih. Setiap hari dari sisiMu turun nikmat, kami membalasnya dengan dosa dan maksiat.

Read more “Khutbah Iedul Fitri: Menyesal Karena Doa”

Mendahulukan Kehendak Tuhan

 

Pagi ini kita kembali berkumpul di tanah Allah, mengagungkan dan memuliakan nama-Nya. Marilah kita mulai pagi ini dengan mengungkapkan syukur kita kepada Allah swt. Setiap hari anugerah dan nikmat-Nya turun kepada kita, setiap saat itu pula malaikat mengantarkan daftar maksiat dan kejahatan kita kepada-Nya. Setiap jam perlindungan dan pemeliharaan-Nya mengayomi kita, padahal pada jam yang sama kita menentang-Nya dengan dosa-dosa dan kejelekan kita. Pagi ini, Dia membawa kita ke tanah ini untuk bersimpuh di hadapan kebesaran-Nya, memuji keagungan-Nya, dan mensyukuri seluruh nikmat-Nya. Read more “Mendahulukan Kehendak Tuhan”

Imam Husain: Pewaris Para Nabi

 

Inilah kami, sekian abad dari masamu, dalam tubuh ringkih yang penuh dosa, dengan lidah kelu yang tercemari dusta, dengan mata dan telinga, kaki dan tangan yang kami gunakan dalam nista. Kami beranikan menyerumu meskipun besar rasa malu kami. Kami kuatkan menyapamu betapapun kotor diri kami. Duhai cucu Nabi, entah bagaimana, dalam hati ini selalu ada kerinduan kepadamu. Kami tidak tahu dari mana datangnya, Tuhan senantiasa menggerakan hati kami untuk mengenangmu. Seolah ada ruang yang tersisa, di kedalaman sanubari, setelah seluruh maksiat dan dosa. Seolah masih ada cahaya, yang menanti di akhir perjalanan, setelah seluruh salah dan nista… Read more “Imam Husain: Pewaris Para Nabi”

Meniadakan Kehendak Diri

 

Kita awali pagi 10 Dzulhijjah dengan memanjatkan syukur ke hadirat Ilahi. Puji bagi Dia, yang telah memanjangkan umur kita, yang telah memberikan kita tambahan usia, sehingga ‘id demi ‘id, hari raya demi hari raya, kita lalui dalam limpahan nikmat-Nya yang tak terhingga. Puji bagi Dia, yang telah mempercayai kita, untuk mengelola setiap detik dan tarikan nafas dalam hidup kita, dengan harapan setiap detik akan mendekatkan kita kepada Tuhan, dan setiap tarikan nafas membersihkan kita dari dosa dan kemaksiatan. Read more “Meniadakan Kehendak Diri”

Politik Dunia Islam: dari Jihad simbolik menuju Jihad kebudayaan

 

Paris, pertengahan abad 16, dua generasi sebelum Revolusi Perancis meledak. Waktu itu, Raja Henri II baru saja meninggal. Putranya, Charles IX dinobatkan menggantikan-nya. Ketika itu, Perancis dihantui peperangan antarakidah. Paris yang dikuasai Gereja Roman Katolik, berhadapan dengan Raja Henri di Navarre, yang beraliran Protestan. Untuk meredam gejolak peperangan antar dua akidah ini, Ratu Catherine, istri mendiang Raja Henri II menikahkan putrinya, Margot dengan Henri du Navarre. Dengan dalih “demi perdamaian dan persatuan Perancis”, Margot yang Katolik resmi menjadi istri Henri yang Protestan. Penduduk Navarre berduyun-duyun memadati Paris untuk memeriahkan acara itu, walau ketegangan dengan penduduk Paris yang Katolik, tetap tidak bisa dielakkan. Read more “Politik Dunia Islam: dari Jihad simbolik menuju Jihad kebudayaan”

Ramadhan: Perspektif Tarekat Uwaisi

 

Salah satu tarekat yang berkembang di Barat sekarang ini adalah tarekat Uwaisi Shahmaqshudi. Sebagaimana kebanyakan tarekat, silsilah emasnya sampai pada Rasulullah saw melalui Imam Ali bin Abi Thalib kw. Kata “Uwaisi” diambil dari sahabat Rasulullah, Uwais Al-Qarni. Menurut keyakinan tarekat ini, Uwais menimbang ilmu dan memperoleh “ijazah” langsung dari Imam Ali untuk kemudian menerus-kannya secara turun temurun, hingga berkem-bang di Barat dewasa ini. Kata “Shahmaqshudi” diambil dari mursyid ke-41, Maulana Shah Maqshud Sadeq Anqa, yang pertama kali mempopulerkan tarekat ini di dunia modern. Read more “Ramadhan: Perspektif Tarekat Uwaisi”

Ka’bah Baitullah

 

Satu-satunya tempat ibadah yang jantungnya tak pernah berhenti berdetak,” ujar Kang Jalal ketika bersamaku menatap arakan para muthawwif di sekeliling Ka’bah. Bagaikan berdiri di atas lantai yang bergerak, iringan para penziarah rumah Tuhan itu teratur dan berirama, diselingi oleh desakan sesaat di sekitar Hajar Aswad, tempat di mana mereka berteriak dan bersaksi: Bismillâhi Allahu Akbar!

Bermula dari Nabi Ibrahim as ketika hijrah bersama Siti (Sayyidati) Hajar dan Nabi Ismail as, sejarah peradaban dan kebanggaan umat Islam dimulai. Rangkaian peristiwa yang menimpa Nabi Ibrahim sebagai serentetan ujian dari Allah swt, diulangi satu per satu sebagai ritus dengan makna yang sama bagi umat sesudahnya. Jika dahulu Nabi Ibrahim berdiri dan berdoa kepada Allah ketika ia membangun Ka’bah, maka kini para mu’tamir dan haji salat di tempat yang sama (wattakhidzû min maqâmi Ibrahîma musalla- QS. Al-Baqarah: 125). Jika dahulu Siti Hajar berlari-lari di antara bukit Shafa dan Marwah, kini para penziarah pun melakukan yang sama. Read more “Ka’bah Baitullah”

Menyambut Bulan Ramadhan

 

Beberapa waktu yang lalu saya menulis buku kecil “An Adventure with Rindu Rasul.” Ini buku pertama dari rencana trilogi seri yang sama. Buku yang mengisahkan perjalanan umrah dan ziarah Jamaah Rindu Rasul itu saya awali ceritanya dari kota Damaskus. Insya Allah, buku kedua dan ketiga akan saya tulis khusus di bulan Ramadhan ini.

Kali ini, saya ingin menulis juga tentang Damaskus. Bagi sebagian kawan saya, Damaskus adalah tanah air mereka yang kedua. Pada buku kecil Rindu Rasul saya mengutip ucapan seseorang—konon katanya bersumber dari hadits, tapi saya belum menemukan rujukannya. Bunyinya begini: Setiap mukmin punya dua tanah air: tanah lahirnya dan tanah suci. Bagi orang-orang Damaskus, mereka mengubah kalimat itu dengan ucapan: Setiap orang punya dua tanah air: tanah lahirnya dan Damaskus. Cikal bakal peradaban manusia yang tercatat memang dimulai dari Damaskus. Di museum Damaskus ada prasasti Bangsa Sumeria, prasasti tertua yang tercatat dalam sejarah. Read more “Menyambut Bulan Ramadhan”